Search

SNI Untuk Negeri

Sebagai bukti pencapaian kinerja Badan Standardisasi Nasional (BSN) selama tahun 2010 melalui penerapan dan perkembangan Standar Nasional Indonesia (SNI) di masyarakat, BSN menyelenggarakan media gathering bertajuk “SNI Untuk Negeri” di Ruang Rimbawan, Gedung Manggala Wanabakti, Senin (20/12/2010). Acara diawali dengan tarian Rampak Gendang menambah ramai suasana media gathering.

Setelah tarian pembuka, Rampak Gendang, acara dilanjutkan dengan presentasi dari Kepala BSN, Dr. Bambang Setiadi mengenai Capaian Kinerja BSN TA 2010.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Bambang menyampaikan pentingnya acara ini diselenggarakan untuk menjaga sebuah tradisi yang baik dalam peningkatan pelayanan kepada publik melalui wartawan ataupun undangan yang hadir seperti Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) Riset dan Teknologi (Ristek) dimana SNI harus dilaporkan dan di bawa ke publik pada akhir tahun. Untuk itulah tambah Dr. Bambang, acara ini diberi nama “SNI Untuk Negeri”.

Tahun 2010, Dr. Bambang melaporkan tentang perkembangan SNI dengan banyak tantangan yang menghampiri, mulai dari helm sampai dengan tabung gas. Berdasarkan arah kebijakan dan strategi BSN yaitu meningkatkan kualitas SNI sesuai dengan kebutuhan pasar, meningkatkan kapasitas dan kemampuan lembaga penilaian kesesuaian dalam penerapan SNI, meningkatkan budaya standar, serta memperkuat kelembagaan dan peran BSN maka BSN menjalankan peran sesuai dengan PP 102 tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional pasal 4, yang menyebutkan bahwa (1) Penyelenggaraan pengembangan dan pembinaan di bidang standaridasi dilakukan oleh Badan Standardisasi Nasional; (2) Pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Standardisasi Nasional di bidang akreditasi dilakukan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Dan berdasarkan Keppres No 78 Tahun 2001 tentang Komite Akreditasi Nasional Pasal 4 : Ketua KAN dijabat oleh Kepala BSN.

Terkait dengan globalisasi, Dr. Bambang menjelaskan mengenai skema globalisasi, standardisasi , dan akreditasi. Selama tahun 2010, BSN juga telah menetapkan SNI Helm, SNI GHG, Tabung Gas, menyelenggarakan Bulan Mutu nasional, kerjasama dengan universitas, pembahasan standar kakao, strategi menghadapi China-AFTA dimana BSN ditunjuk oleh pemerintah sebagai Koordinator Gerakan Nasional Penerapan Standar Nasional Indonesia (GENAP SNI), peran Indonesia di forum internasional, perkembangan KAN, serta menetapkan Sistem Standardisasi Nasional (SSN).

Kegiatan yang dilakukan oleh BSN dalam rangka sosialiasi penggunaan produk ber-SNI yaitu melakukan SNI Thon di Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Serang dan puncaknya di Jakarta. Melalui peraturan SNI wajib helm yaitu SK Peraturan Menteri Perindustrian No. 40/M-IND/Per/6/2008 dan UU No. 22 Tahun 2009, sosialisasi Helm Ber-SNI bertujuan untuk meyakinkan masyarakat yang masih sangsi akan SNI Helm dan menegaskan bahwa penggunaan Helm Ber-SNI tidak hanya melindungi dari sanksi hukum, tapi juga melindungi kepala dari cedera fatal yang disebabkan oleh kecelakaan dalam menggunakan kendaraan bermotor.

Selain itu, BSN menyerahkan 4 dokumen SNI mengenai Green House Gases (GHG) yang terdiri dari SNI ISO 14064-1:2009, SNI ISO 14064-2:2009, SNI ISO 14064-3:2009 serta SNI ISO 14065:2009 kepada Menteri Negara Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata. Penyerahan dokumen SNI ini untuk memenuhi janji BSN kepada pemerintah terkait dengan program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II. Dokumen SNI tersebut juga diserahkan kepada Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta.


Terkait dengan beberapa peristiwa kebakaran gas terutama di beberapa kota di Jawa, BSN melakukan penelitian terhadap peristiwa tersebut, yang hasilnya telah dilaporkan kepada Menteri terkait dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). BSN juga menyampaikan Handbook berisi Standar SNI mengenai kompor gas satu tungku (SNI 7368:2007), tabung baja LPG (SNI 1452:2007), katup tabung baja LPG (SNI 1591:2008), regulator (SNI 7369:2008) dan selang karet (SNI 06-7213-2006) kepada DPR pada Juli 2010. Hasil penelitian BSN, telah ditindaklanjuti oleh instansi terkait sehingga peristiwa serupa, akhirnya kini dapat dihindari.

Kegiatan lain yang merupakan prestasi bagi BSN dan perkembangan standardisasi adalah kegiatan promosi dan edukasi standardisasi kepada masyarakat. Pada bulan November 2010, BSN menyelenggarakan rangkaian kegiatan Bulan Mutu Nasional dan Hari Standar Dunia dimana Wakil Presiden RI, Prof. Boediono berkenan menyerahkan penghargaan SNI Award 2010 kepada 4 industri yakni PT Gapura Angkasa untuk kategori perusahaan besar jasa, PT Mahkota Dewa untuk kategori perusahaan kecil barang, PT Indocitra Widitama Industries untuk kategori perusahaan menengah barang, dan PT Semen Gresik untuk kategori perusahaan besar barang. Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden sekaligus mendeklarasikan GENAP SNI serta melaunching kembali penetapan bulan November sebagai Bulan Mutu Nasional.

Selain itu juga dilaksanakan kerjasama dengan Perguruan Tinggi di Indonesia, dimana BSN telah menandatangani MoU dengan 23 Universitas. Sebagai upaya peningkatan kualitas ekspor, BSN menyelenggarakan Workshop Meningkatkan Kualitas Ekspor Kakao dengan Menggunakan SNI dan dihadiri oleh lebih dari 120 orang peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang merupakan pemangku kepentingan dalam komoditi kakao.

Sebagai koordinator GENAP SNI, BSN telah menetapkan 11 langkah dan 11 sektor prioritas, sebagai strategi BSN bersama-sama stakeholder, mengantisipasi adanya CAFTA dan perjanjian perdagangan bebas lainnya. Selain itu, BSN juga terus gencar mengkampanyekan GENAP SNI ke seluruh pelosok tanah air, baik melalui media cetak, elektronik, maupun turun langsung berkoordinasi dengan stakeholder yang ada di daerah.

Lebih lanjut terkait CAFTA Kepala BSN juga menceritakan bahwa Pada tanggal 9 November 2010 lalu, BSN kedatangan Delegasi dari Guangxi Quality and Technical Standard, China. Provinsi Guangxi mendapat mandat dari Administration of Quality Supervision, Inspection and Qaurantine (AQSIQ) untuk melakukan monitoring ke negara-negara di Asia Tenggara terkait dengan aturan-aturan perdagangan dan standardisasi. Ketika berkunjung ke BSN, Delegasi China membeli 653 SNI yang terkait dengan perdagangan ASEAN. Hal ini terlihat sangat jelas bahwa China juga sedang mempersiapkan strategi penetrasi pasar ke Indonesia, dan SNI tampaknya akan dijadikan acuan dalam produksi mereka. Kepala BSN mengingatkan, bila SNI yang ada hanya memuat persyaratan yang tidak cukup ketat, maka dengan mudah produk dari China akan membanjiri pasar Indonesia. Oleh karena itu, tambah Dr. Bambang bahwa standardisasi memegang peran penting dalam kehidupan dunia baru dengan batas Negara yang semakin transparan dan kabur.

Di forum internasional, Kepala BSN Dr. Bambang Setiadi terpilih sebagai ketua DEVCO ISO untuk periode hingga Desember 2010. DEVCO (Developing Country) adalah salah satu dari struktur organisasi di dalam ISO yang anggotanya terdiri dari 133 negara berkembang dari 164 negara anggota ISO.

BSN juga menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan sidang ISO/TC 67 SC 5 di Yogyakarta. Dalam sidang tersebut, hadir negara-negara P-members yaitu: Amerika Serikat, Jerman, Brazil, India, Inggris, Russia, Jepang serta Indonesia. Dari pertemuan ini diharapkan akan dapat dikembangkan standar internasional di bidang perminyakan yang lebih baik dan berguna bagi dunia internasional serta menghilangkan hambatan teknis.

Selain itu, BSN juga menyelenggarakan Workshop ISO/COPOLCO di Bali, yang mengangkat tema “Restoring Consumer Confidence in Global Financial Services – Can Standards Help?”. Workshop tersebut merupakan bagian dari The 32nd ISO/COPOLCO Plenary Meeting.

Pada bidang penilaian kesesuaian, kegiatan yang dilakukan BSN diantaranya adalah dengan telah diserahkannya sertifikat ISO/IEC 17025:2005 kepada beberapa laboratorium di Indonesia, penyelenggaraan Pertemuan Teknis Tahunan Lab Uji, Kalibrasi, dan Inspeksi, Lokakarya Nasional Penilaian Kesesuaian. Selain itu, Komite Akreditasi NAsional (KAN) dipercaya oleh APEC & PAC untuk menjadi tuan rumah training ISO 22000 tentang Sistem Keamanan Pangan yang dihadiri oleh wakil dari 11 negara anggota APEC. Di sidang ke-16 APLAC General Assembly di Osaka Jepang, sebuah prestasi yang cukup membanggakan bahwa Kepala Pusat Akreditasi LAboratorium dan Lembaga Inspeksi BSN, Kukuh S Achmad ditetapkan sebagai Ketua tim evaluator International Accreditation New Zealand (IANZ) pada bulan Maret 2011 dengan anggota dari Jepang, Taiwan, India dan Vietnam dan Vice-Chair untuk APLAC Training Committee 2010-2012.

Untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan peran BSN dalam standardisasi, BSN menyelenggarakan Public Hearing Sistem Standardisasi NAsional (SSN) sebagai dasar acuan setiap kegiatan yang tercakup tiga subsistem infrastruktur mutu, lokakarya nasional guna merumuskan kebijakan standardisasi, menyusun Rancangan Undang-Undang Standardisasi serta aktif menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI dan VII DPR RI.

Beberapa prestasi dan capaian tersebut, dibuktikan dengan mendapatkan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian atas Pengelolaan Keuangan BSN oleh Badan Pemeriksa Keuangan/BPK RI yang penghargaannya diberikan langsung oleh Wakil Presiden kepada Kepala BSN pada bulan Juli 2010. Prestasi BSN meraih WTP adalah untuk yang kedua kalinya setelah tahun sebelumnya, BSN meraih penghargaan serupa.

Gambaran umum yang disampaikan Kepala BSN tersebut, selanjutnya dipertajam dengan paparan pejabat eselon I BSN yaitu Sekretaris Utama BSN, Yoes Usman Suhendar, Deputi Bidang Penelitian dan Kerjasama Standardisasi BSN, T.A.R Hanafiah, Deputi Bidang Penerapan Standar dan Akreditasi BSN, Amir Partowiyatmo, serta Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN, Dewi Odjar Ratna Komala tentang masing-masing capaian kinerja masing-masing unit kerja BSN di tahun 2010.

Setelah paparan dari masing-masing pejabat eselon I acara dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab dan dilanjutkan dengan penandatanganan terakhir SNI 2010 yaitu SNI ISO 10464:2010, Tabung Gas – Tabung baja hasil las yang dapat diisi ulang untuk liquefied petroleum gas (LPG) – Inspeksi dan pengujian berkala) dan SNI ISO 10691:2010 Tabung gas – Tabung baja hasil las yang dapat diisi ulang untuk liquefied petroleum gas (LPG) – Prosedur pengecekan sebelum, selama dan setelah Pengisian; akreditasi lembaga Sertifikasi Produk yakni Pusat Pengujian Mutu Barang (LSPr-001-IDN); Laboratorium Penguji yaitu PT. Intertek Utama Services - Gosowong (LP-497-IDN); Lembaga Inspeksi : PT. Hi Tek Indo Mulia (LI-043-IDN), dan Sistem Standardisasi Nasional (SSN).

Penandatanganan dilakukan dihadapan kurang lebih berjumlah 300 peserta yang terdiri dari seluruh karyawan BSN, para undangan LPNK Kementerian Ristek, pemenang SNI Award 2010,para nomine SNI Award 2010, asosiasi, MASTAN, industri dan media massa. Melalui penandatanganan dokumen tersebut dan penetapan SNI pada tahun 2010 berjumlah 396 diharapkan dapat mendukung GENAP SNI serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai perjanjian perdagangan bebas dengan negara lain di tahun-tahun berikutnya.

sumber : bsn.go.id

comment 0 komentar:

Poskan Komentar

Delete this element to display blogger navbar

 
© @xmorexto | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger